top of page

Refleksi Terhadap Pembelajaran Daring

  • Jul 20, 2020
  • 4 min read



DESKRIPSI INFORMASI

Sistem pembelajaran secara daring telah dirasakan efeknya sejak diterapkan secara massal beberapa bulan yang lalu. Tentu perubahan sistem pembelajaran ini memberikan dampak pada hidup siswa, guru, dan juga orangtua dengan tiba-tiba. Meski sudah berbulan-bulan berjalan, sistem ini masih tidak luput dari keluhan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan yaitu siswa, guru, dan orang tua. Terutama para siswa yang perlu menyesuaikan proses belajarnya yang baru, keterbatasan interaksi sosial, dan kemungkinan kemunculan stres. Berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Litbang Kompas pada 23-25 Juni di 16 kota besar di Indonesia, 2 dari 3 responden mengatakan bahwa pembelajaran daring selama tiga bulan terakhir belum efektif, dan yang mengatakan sudah efektif tidak lebih dari 30%. Pertanyaan kedua dalam survei tersebut menanyakan hal yang paling mengkhawatirkan dari sistem pembelajaran daring. Hasilnya menunjukkan 34,5% khawatir kualitas pendidikan menurun, 28,3% khawatir siswa jenuh atau stres, 15,5% khawatir orangtua stres mendampingi atau pengeluaran membengkak, dan 13,4% khawatir daerah tidak mempunyai akses teknologi yang memadai. Selain itu, juga terdapat survei yang dilaksanakan Fakultas Psikologi Unpad kepada 867 orangtua, siswa, dan guru di Kota Bandung pada 8-14 Juni 2020. Hasil survei tersebut menyatakan sebanyak 19,6% mengaku cemas dan khawatir, 12,5% merasa bosan, 9% merasa akan kehilangan kemampuan penguasaan materi, dan 8,3% merasa akan butuh liburan jika pelaksanaan pembelajaran daring diperpanjang. Dari survei Litbang Kompas sebelumnya, terdapat pertanyaan perihal harapan sistem pembelajaran kedepannya jika vaksin covid-19 belum ditemukan. Hasilnya menyatakan 26,2% mendukung tatap muka bergantian, 18,4% tatap muka dan daring, 18,2% memperpanjang PJJ, dan 18% tatap muka penuh. Permasalahan pembelajaran daring tidak sebatas pada kualitasnya, namun juga pada pemerataan. Di Indonesia sendiri masih banyak daerah yang belum memiliki akses internet yang memadai. Berdasarkan survei oleh BPS akan potensi desa pada tahun 2018, baru 3 dari 10 desa yang terjangkau akses internet 4G, 4 yang terjangkau akses internet 3G, dan masih ada 3 yang terjangkau internet 2G dan tidak memiliki sinyal internet.

URGENSI

Sebuah refleksi terhadap sistem pembelajaran daring merupakan hal yang seharusnya diprioritaskan selama masa pandemi ini. Sistem pendidikan merupakan sektor yang vital sehingga perlu diusahakan tetap bisa berjalan dengan sesedikit mungkin permasalahan. Disrupsi pada sistem pendidikan selama waktu yang cukup lama (berbulan-bulan) akan memunculkan dampak negatif teruntuk kualitas pendidikan di Indonesia. Pembelajaran daring memberikan dampak terbesar kepada siswa. Gaya hidup siswa terpaksa diubah agar menyesuaikan diri dengan perannya sebagai pelajar dan mereka perlu mengasah kemampuan mereka beradaptasi dengan pola pembelajaran daring. Di sisi lain, proses belajar mereka yang selama ini digunakan sehingga bisa mencapai performa maksimal akademiknya turut terimbas. Ditambah lagi, pembelajaran daring berpengaruh signifikan pada motivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran.

STANCE

Dari saya sendiri, saya setuju bahwa sistem pembelajaran daring merupakan sistem yang belum efektif jika diterapkan untuk kedepannya. Pendekatan yang tepat digunakan untuk permasalahan ini adalah empirisme, karena proses belajar merupakan hal yang unik tiap individu dan tidak ada ilmu pastinya yang berlaku untuk semua orang. Jika dilihat menggunakan pendekatan empirisme, survei-survei yang sebelumnya dipaparkan sudah membuktikan bahwa di mata berbagai pihak (siswa, guru, orang tua), pembelajaran daring masih belum efektif diterapkan di Indonesia selama tiga bulan terakhir ini. Mayoritas pihak yang terlibat dalam pembelajaran daring memiliki konsepsi negatif terhadap sistem tersebut. Dipandang dari kualitasnya, sistem pembelajaran daring yang masih dipandang tidak jelas masa depannya, menimbulkan kejenuhan, dan berpengaruh buruk pada pencapaian akademik. Sedangkan dari kuantitasnya, pembelajaran daring pun masih kurang efektif karena angka daerah yang belum memiliki akses internet memadai masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Permasalahan yang menjangkit kualitas pembelajaran daring sulit dibenah, karena keluhan berbagai pihak tertuju pada sistem pembelajaran online itu sendiri, bukan terhadap isi atau kurikulum dari pembelajaran. Para pelajar tentunya belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan sistem pembelajaran daring, sehingga menimbulkan proses belajar yang jenuh dan materi yang sulit dimengerti. Menurut saya, yang juga merupakan seorang pelajar, dunia pendidikan saat ini masih bergantung pada interaksi langsung antara pendidik dan pelajar, sehingga jika interaksi tersebut hilang tiba-tiba, akan ada gesekan-gesekan yang muncul. Saya sendiri merasakan efek pembelajaran daring ini terhadap pemahaman keseluruhan materi perkuliahan. Pemahaman yang saya dapatkan selama pembelajaran daring berkurang dibandingkan pembalajaran tatap muka dan tenaga pengajar pun kesulitan memberikan penjelasan materi yang konkret.

Untuk masalah penyebaran, tidak mungkin bisa diselesaikan dengan bijak dalam jangka waktu yang singkat. Di daerah yang terjangkau akses internet memadai, solusi jangka pendeknya adalah memberikan subsidi untuk pihak yang kesulitan finansial, namun solusi tersebut sulit dipantau dan mudah disalahgunakan baik oleh pejabat dan rakyat. Di daerah yang belum memiliki akses internet memadai, tidak ada solusi jangka pendek karena perlu pembangunan infrastruktur akses internet yang memakan waktu dan biaya. Hal ini membuat pembelajaran daring hampir tidak mungkin diselenggarakan secara merata di Indonesia dalam kurun waktu dekat.

Sistem pembelajaran daring tentunya perlu diterapkan karena alasan kesehatan di masa pandemi. Akan tetapi, metode pembelajaran ini tidak memberikan hasil yang memuaskan selama penerapannya. Tidak ada alasan yang kuat untuk melanjutkan pembelajaran daring sepenuhnya untuk kedepannya. Terlihat dari pengalaman berbagai pihak yang cenderung negatif dan ketidaksiapan Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran daring secara menyeluruh. Pembelajaran masih perlu dilakukan baik secara sepenuhnya atau sebagian tatap muka agar tidak menghambat kualitas pendidikan di Indonesia.


 
 
 

Comments


Sign-up to the newsletter

Thanks for submitting!

© 2023 by ENERGY FLASH. Proudly created with Wix.com

bottom of page